Ericsson Tuntut Xiaomi Ke Meja Hijau

Persaingan memang selalu ada didunia ini, karena dengan andanya hal tersebut makan setiap orang akan selalu memperbaiki diri serta mengembangkan kemampuannya. Terlebih lagi persaingan dalam dunia pasar gadget semakin memanas, dengan banyaknya produk baru yang bermunculan. Selain itu juga meluncurnya banyak beberapa aplikasi pendukung baru yang diincar oleh produsen dalam dunia gadget tersebut.

Kabarnya Ericsson menuntut produsen Xiaomi, perusahaan asal Swedia tersebut mempersalahkan tentang pelanggaran yang dilakukan oleh produsen asal Cina tersebut. Permasalahan tersebut terkait dengan royalti yang seharusnya dibayarkan ke pihak Ericsson.



Perusahaan Xiaomi tersebut harus membayar biaya 100 rupee atau sekitar Rp 20 ribu untuk setiap unit produk yang dijualnya dengan menggunakan prosesor Qualcomm. Dan dibebaskan dari biaya dengan jika menggunakan prosesor selainnya.

Perdebatan tersebut dikaitkan dengan pelanggaran atas hak paten yang dilanggar oleh Xiaomi, yang terjadi pada bulan Desember tahun lalu. Hak paten tersebut dilanggar dengan cara mereka menjual produk keluarannya dengan prosesor Qualcomm melalui sistem online sebelum tanggal yang ditetapkan yakni 5 Februari, dikutip dari Theregister, Senin ( 9/2/2015). Jadi info tersebut mengatakan bahwa Ericsson menganggap Xiaomi telah menjual produknya dengan prosesor Qualcomm tersebut.

Namun kebalikkan dengan media Times of India yang mengatakan bahwa pihak Xiaomi tidak melakukan yang dituduhkan oleh pihak perusahaan asal Swedia tersebut. Karena tidak ada keterkaitan antara penjualan produk keluaran mereka dengan hak paten yang ada mengenai prosesor Qualcomm tersebut.

Dikatakan oleh Pengacara Xiaomi, Ajir Warrier bahwa tidak ada hak paten pada website. Dan juga ponsel yang di jual oleh pihak ketiga atas produk Xiaomi tersebut, perusahaan sendiri tidak memiliki kendali atasnya.

Dan pengadilan sendiri belum menetapkan keputusan tentang siapa yang benar dalam hal ini, yakni mengenai apakah sistem penjualan yang salah dari pihak Xiaomi. Karena menurut informasi yang ada perusahaan tersebut masih akan menjual produknya dengan prosesor Qualcomm sampai 18 Maret mendatang.

Advertisement